Asslamu'alaikum...
Selamat sore semuanyaaaaa...
Sebenernya udah adzan ashar lhoooo, jadi mari kita persingkat proses penulisan post ini.
Kurang lebih dua puluh tahun yang lalu, tanggal 21 April, telah lahir seorang anak perempuan dari seorang wanita yang cantik dan lelaki yang ganteng, anak itu diberi nama Radhina Yazid Wakid, dan biasanya dipanggil Dhina.
Lihatlah foto diatas, klo nggak salah itu foto si anak perempuan saat berumur 4 tahun (klo nggak salah yaa).
Anak perempuan ini termasuk anak yang nggak suka diatur-atur, klo dimarahin, bukannya jera malah melakukan kenakalan yang lain, dan akan kena marah lagi.
Anak ini saat umur segitu nggak suka gelap, mau tidur sepulas apapun klo tiba-tiba mati lampu trus kamarnya gelap total, pasti langsung kebangun dan teriak-teriak manggil mamanya.
Anak ini sampai berumur sekitar 10 tahun kelihatan kuruuuuusss banget. Mau makan sebanyak apapun, nggak ngaruh pokoknya.
Anak ini, waktu umur segitu, sukaaaaa banget sama nasi goreng. Klo mamanya masak nasi goreng, dia pasti sampe makan 5 piring!!
Anak ini suka banget ngikutin segala macam yang dilakuin kakaknya yang lebih tua setahun dari dia. Trus egois banget, suka minta hal-hal yang aneh, sampe pernah nangis-nangis karena pingin ngambil mainan kakaknya karena menurut dia mainannya sendiri nggak begitu bagus.
Anak ini hobi banget nyanyi di depan kaca di kamarnya lengkap dengan gaya-gaya dari penyanyi asli. Saking sukanya nyanyi, sampe-sampe puisi yang dari majalah Bobo dibikin jadi lagu ama dia.
Anak ini begitu udah punya adek yang lebih muda 4 tahun dari dia, nggak pernah bisa dijadiin kakak yang baik deh. Sukanya nge-bully adeknya. Gara-gara sebel sama temen di sekolah, begitu nyampe rumah, langsung marahin adeknya. Selalu mencari-cari masalah dan ujung-ujungnya nyalahin adeknya.
Anak ini sekarang udah berumur 20 tahun. Klo dia mengingat2 masa kecilnya yang kelewat nakal, dia suka ketawa sendiri dan merasa bangga pas nyeritain ke orang lain termasuk nulis di blog-nya sendiri.
Begitulah penggalan cerita tentang anak perempuan yang masa kecilnya nakal banget. Hmmm..mungkin sampe sekarang masih agak-agak nakal.
See you later...
*sholat ashar ahhhh
Kamis, 26 Juli 2012
Rabu, 25 Juli 2012
Pemerintah (kaya'nya) harus ngikutin Korea
Annyeong Haseyooooooo...
Suatu hari, aku membaca berita tentang seorang artis korea yang bunuh diri dengan alasan telah dilecehkan oleh 31 direktur, entahlah direktur apa. Di berita itu juga disebutkan bahwa para direktur yang tertangkap dihukum secara sosial, seperti mengurus para manula di panti jompo atau membantu anak-anak menyeberang jalan raya.
Dari sini aku berpikir, di Indonesia ini siapa sih yang nggak tau K-Pop?? Semuanya pasti tau kan, terlepas mo suka ato nggak. Banyak orang Indonesia yang menyukai sesuatu berbau Korea mengikuti gaya rambut orang Korea, sudah banyak juga salon-salon yang menawarkan pemotongan rambut dengan model seperti artis-artis korea. Bahasa juga diikutin, sampe2 klo senang, sedih, bingung, panik, nyapa temen, pake bahasa Korea. Yang lebih lagi, ampe ada kontes khusus dance cover lagu-lagu Korea...ckckckckc...
Tapi disamping itu semua, kenapa peraturan pemerintahan Korea nggak ada yang ngikutin. Seperti yang aku udah singgung dari berita yang pernah ku baca, kenapa sistem di Indonesia tidak seperti itu. Bukan bunuh dirinya, tapi hukuman yang diberikan kepada tersangka dari pelecehan terhadap artis itu.
Bayangin aja, klo koruptor-koruptor Indonesia dikasih hukuman nyapu jalan mungkin, atau kaya' di Korea juga, ikut ngurusin manula2 di panti jompo. Menurutku sih hukuman itu lebih terasa efeknya, karena pejabat mana yang mau nyapu jalan coba? Mereka pasti malu, jadi mereka mending nggak usah jadi koruptor.
Selama ini, para koruptor dihukum di taruh di penjara, penjaranya mewah pula, sampe ada AC sama fasilitas kaya' di salon gitu. Yahhhh,,,gimana mereka pada mo jera, masuk penjara udah nggak pada malu juga, muka udah dilapisin topeng yang tebeeeeelllll banget. Jadi tambah keras tuh hati nurani buat nggak korup.
Coba seandainya, para koruptor itu jangan dimasukin penjara deh, dibuang aja tuh negeri antah-berantah, di pulau apaaaa gitu, yang masih bener-bener primitif, yang nyalain api musti pake batu, yang nggak ada listrik sama sekali, klo makan harus berburu hewan dulu, ato manjat pohon dulu. Yakin deh, bakal berkesan banget tuh daripada dimasukin di penjara yang ada salonnya.
Nggak ada salahnya kita ngikutin budaya Korea klo emang arahnya positif. Ato bagi yang pada suka Korea, tularin deh ke koruptor-koruptor berdasi di Indonesia, jadi mereka tergerak gitu hatinya buat bikin hukuman yang kreatif, asyik, dan (Insyallah) bikin jera..
Ddo Mannayooooo..
Minggu, 22 Juli 2012
Ramadhan, Kangen Rumah, dan Puisi
Baiklah,,kita mulai!!
Terkadang semuanya menjadi kabur
Terkadang semuanya menjadi jelas
Sangat jelas malah
Tak ada yang terpendam
Tak ada yang tersembunyi
Hanya saja beberapa hal tak dapat keluar dengan mudahnya
Dua puluh enam huruf tak dapat mengungkapkan perasaaan
Dua puluh enam huruf tak dapat menjelaskan kegelisahan
Akankah ada suatu saat nanti semuanya menjadi begitu mudah diresapi
Begitu mudah dimengerti
Akankah saat itu datang sebelum semuanya kembali seperti semula
Permulaan yang membuat segalanya menjadi lebih berbeda
Permulaan yang terkadang menjadi kenangan
Mungkin tak semua harus dikatakan disini
Tapi akan selalu ada secercah kemungkinan diantara sekian banyak ketidakpastian
Percayalah
Nggak usah dipikirin deh maksudnya apa, yang nulis aja (aku maksudnya) belum nemu judul yang pas. Hehe
Langganan:
Postingan (Atom)


